Terang itu Kelabu
Terang itu jernih diatas sana, biru awan berkilau, tak lagi kelabu seperti kemarin sore. Ramayana, gadis kota berhati desa itu terlihat melangkah menuju beranda rumah, tepat dilantai dua rumahnya. Sepanjang langkah, ia mendengar lantunan lucu dari samping kediamannya, terdengar anak-anak berkaki mungil melantunkan nyanyian Gundul-Gundul Pacul. Langkah Ramayana terus berlalu, menuju beranda rumah. Dibalut celana panjang bermotif batik, serta kaos putih polos berlengan pendek menambah anggun dirinya. Sesampainya disana, ia segera bersimpuh pada kursi kayu. Meja bundar yang berada disisinya masih terisi sisa tugas semalam. Tumpukan kertas serta pena melekat pada badan meja, tersusun rapih. Melamun Ramayana disana, menanti rekannya yang berjanji untuk tiba. Sudah lama gadis itu tidak berjumpa dengan rekannya, sebab, rekannya tersebut sudah lama berada dinegeri orang, mengejar pendidikan, dan menetap disana. Tak senang melamun terlalu dalam, Ramayana pun terlihat mengambil buku putih y...